Install Steam
sign in
|
language
简体中文 (Simplified Chinese)
繁體中文 (Traditional Chinese)
日本語 (Japanese)
한국어 (Korean)
ไทย (Thai)
Български (Bulgarian)
Čeština (Czech)
Dansk (Danish)
Deutsch (German)
Español - España (Spanish - Spain)
Español - Latinoamérica (Spanish - Latin America)
Ελληνικά (Greek)
Français (French)
Italiano (Italian)
Bahasa Indonesia (Indonesian)
Magyar (Hungarian)
Nederlands (Dutch)
Norsk (Norwegian)
Polski (Polish)
Português (Portuguese - Portugal)
Português - Brasil (Portuguese - Brazil)
Română (Romanian)
Русский (Russian)
Suomi (Finnish)
Svenska (Swedish)
Türkçe (Turkish)
Tiếng Việt (Vietnamese)
Українська (Ukrainian)
Report a translation problem

Taiwan


⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢀⣴⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣶⣦⣄⣀⡀⣠⣾⡇⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣴⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⡇⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⢀⣾⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠿⠿⢿⣿⣿⡇⠀⠀⠀⠀
⠀⣶⣿⣦⣜⣿⣿⣿⡟⠻⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⡿⢿⡏⣴⣺⣦⣙⣿⣷⣄⠀⠀⠀
⠀⣯⡇⣻⣿⣿⣿⣿⣷⣾⣿⣬⣥⣭⣽⣿⣿⣧⣼⡇⣯⣇⣹⣿⣿⣿⣿⣧⠀⠀
⠀⠹⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠸⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣷
Berikut adalah tahapan perubahan bentuk penis menjadi lebih besar, keras, dan tegang.
1. Otak mengirim sinyal rangsangan ke penis
Bagian otak yang disebut paraventricular nucleus akan mengirim sinyal saat pria mendapatkan rangsangan seksual.
Sinyal yang dikirim otak kemudian akan dibawa ke saraf otonom yang berada di sumsum tulang belakang menuju ke saraf panggul dan cavernous nerves.
Selanjutnya, sinyal dikirim melalui kelenjar prostat untuk mencapai corpora cavernosa dan pembuluh arteri pada penis.
2. Darah mengalir deras ke penis
Setelah mendapat sinyal, otot yang berada pada corpora cavernosa akan menjadi rileks. Saat inilah aliran darah dapat mengisi ruang-ruang di dalam corpora cavernosa.
Peningkatan aliran darah ini memengaruhi pelebaran ruang dalam corpora cavernosa.
Aliran darah juga akan mengisi jaringan di sekitar corpora cavernosa serta membran tunica albugiena yang menutupi pembuluh darah ini.